Prolog
"Tidak semua perempuan di club malam itu jalang!" ~Auristela Lesham
"Malam adalah duniaku. Pagi adalah waktu tidurku!" ~ Adelardo Gelarnaraga
Seorang wanita masuk kedalam club malam yang terkenal di Kota New York. Semua mata langsung tertuju kepada sosok wanita itu. Memandang dengan penuh kagum terhadap wanita yang baru saja masuk club malam tersebut. Ya, wanita itu bernama Auristela Lesham, biasa dipanggil Stela. Wanita berparas cantik dan memiliki lekuk tubuh yang aduhai. Keindahan mata berwarna hijau yang menjadi daya tarik lebih dari wanita lainnya. Stela wanita beruntung mempunyai mata berwarna hijau. Soal kekayaan? Tidak perlu di tanya lagi. Stela pewaris tunggal perusahaan Lesham's. Perusahaan terbesar nomor lima di dunia, hartanya tidak akan habis tujuh turunan. Namun dibalik itu semua stela mempunyai sifat yang bisa disebut Bad Girl.
Kedua mata stela tak lepas dari sosok wanita dan pria yang berada di pojok club malam itu. Wanita itu sahabat stela yang bernama Fredella Emery, biasa disebut Della. Dan pria disamping della bernama Radmilo Cetta, biasa dipanggil Rad. Della dan Rad pacaran sudah lama. Stela menghampiri sepasang kekasih itu.
"Lama sekali. Kau dari mana saja? Tanya Della sambil berdecak.
"Sorry tadi di jalan macet." Jawab Stela santai.
"Kau kemari bersama siapa? Tanya Rad.
"Bukankah kau mempunyai mata dan di gunakan untuk melihat. Kau tidak buta kan?" ketus Stella.
"Baiklah baik tidak perlu ngegas seperti itu. Iya kita tau kau jomblo dari lahir." sahut Rad diiringi dengan kekehannya.
"Brengesek kau Rad!" ketus Stella.
"Jangan mulai ribut lagi!" lerai Della.
"Ck. Mending aku pergi ketoilet." jawab Stella sambil beranjak pergi toilet.
Sesampai di toilet Stela mendengar suara wanita mendesah. Stela ingin melihat apa yang terjadi di dalam toilet itu, karena terlalu akhirnya Stela memantapkan diri untuk melihat apa yang dilakukan wanita itu. Stela langsung membuka pintu toilet itu dan ternyata tidak di kunci. Betapa terkejutnya Stela melihat seorang wanita yang tidak memakai sehelai baju dan pria tidak memakai celana. Perempuan itu berdiri dengan kaki satunya diatas. Oh God, mereka sedang berbuat m***m. Stela masih diam mematung. Melihat Stela diam wanita dan pria itu langsung memakai pakaian yang tadinya berantakan. Wanita itu langsung pergi dan di susul pria tersebut.
Stela emang wanita BadGirl. Namun untuk urusan yang seperti tadi stela tidak pernah melakukannya. Stela masih perawan, ia selalu menjaga kehormatannya untuk suaminya kelak.
Stela kembali tersadar. Ia bergegas membuka pintu toilet dan segera pergi dari tempat laknat yang sudah menodai mata sucinya.
Betapa terkejutnya Stela, ternyata di depan pintu toilet tersebut ada pria m***m yang Stela lihat di dalam toilet tadi.
"What the f**k!" ketus Stela dengan memegangi dadanya.
"Hai kenalin aku Adelardo Gelarnaraga. Panggil saja Lardo. Bolehkah aku mengetahui namamu?" ucap Lardo dengan senyum smirknya.
"Ck dasar pria m***m. Tidak punya malu!" Batin stela.
Bukannya jawab namun Stela lebih memilih pergi begitu saja. Lardo menatap Stela pergi sampai tak terlihat. Lardo menyipitkan matanya dengan senyum penuh arti.
"Mata hijau yang sangat indah." batin Lardo dengan senyum smirknya.
Stela langsung duduk begitu saja di dekat Della dengan wajah kesal. Della melihatnya bingung melihat tingkah Stela duduk dengan wajah kesal tidak seperti biasanya.
"Kau kenapa lagi?" Tanya Della
"Tadi di toilet ada wanita dan pria yang berbuat m***m. Mereka telah menodai mata suciku Della." Jawab Stela dengan wajah yang masih kesal.
"Namanya juga di club Stel, tempatnya orang begituan. Tidak usah begitu, besok kau juga akan melakukannya." sahut Della dengan kekehannya.
"Tapi tau tempat juga dong, jangan di tempat umum. Masih banyak hotel di Kota New York ini. Miskin sekali pria itu." kesal Stela dengan wajah cemberutnya.
Della hanya diam saja dan menggelengkan kepalanya. Della mengerti jika Stela tidak pernah melakukan hal m***m. Memang tingkahnya BadGirl, mabuk-mabukan, merokok, foya-foya. Bisa juga di sebut berandalan. Tapi disamping itu semua Stela menjaga kehormatannya hanya untuk suaminya kelak.