Sore hari sangat indah untuk melihat senja. Senja yang selalu kembali untuk penikmatnya atau pecandunya. Senja tak pernah ingkar janji. Stela keluar dari kamar mandi melihat lardo sedang tiduran dikamar dan bermain dengan ponselnya. Lardo mendengar pintu kamar mandi terbuka lalu menoleh kearahnya. Dilihatnya stela selesai mandi. Seperti biasanya, pakai kimono dan rambut basah dibiarkan terurai. Lardo menelan ludahnya susah payah. Mukanya sudah merah menahan napsunya. Sangat sulit memang, namun lardo lebih baik tersiksa menahan napsu dari pada dibenci stela. "Kenapa dia selalu berhasil membuat adikku bangun" gumam lardo gusar "Apa? Lo tadi bilang apa?" tanya stela karena stela mendengar lardo walau samar samar tidak jelas "Ah gapapa" cengir lardo Stela hanya mengedikan bahu acuh tak

