--Happy Reading-- POV Annaya Ahmad. Di Hotel bintang lima. Aku mengerjapkan mata, disaat pekikan alarm di ponsel milikku terdengar nyaring menyapa indra pendengaranku. Lekas kusambar benda pipih yang berada di atas nakas, sambil mengumpulkan nyawaku yang masih belum sepenuhnya terjaga. “Pukul empat,” gumamku lirih, lalu kembali meletakkan benda pipih itu ke tempatnya. Aku menggeliat, lalu merentangkan kedua tanganku, untuk melemaskan otot-otot persendian tubuhku.Tidurku begitu nyaman, saat berada dalam pelukkan Mas Adam, di bawah selimut tebal yang hangat membungkus tubuh kami yang polos tanpa sehelai benangpun. Aku mencoba mengangkat lengan Mas Adam yang melingkar kekar di perutku dengan perlahan. membiarkan Mas Adam untuk terlelap tidurnya lebih lama. Setelah itu, aku segera bangk

