Chapter 55. Kepergian Doni Kusuma.

1308 Kata

--Happy Reading-- Aku lekas mematikan panggilan telpon dari Marta, dengan hati yang masih gamang. Bagaimana perasaan Mas Adam, seandainya dia tahu jika ayahnya telah berpulang menghadap sang Pencipta. “M-mas Adam…” panggilku lirih, bibirku harus sanggup untuk mengatakannya. “Iya, Sayang. Siapa yang meninggal?” tanya Mas Adam nampak cemas, wajahnya tiba-tiba pucat pasi dan suaranya terdengar parau. “A-ayah…” bibirku bergetar lirih, suaraku pun tertahan di tenggorokkan. “Ayah Mas Adam.” Dengan mengumpulkan keberanianku, akhirnya aku sanggup untuk menyebutkan dengan jelas. Deg! Mas Adam bergeming untuk beberapa saat, sepertinya masih sangat shock dengan apa yang baru saja aku ungkapkan dengan sangat berat hati. Mas Adam menggeleng pelan, tubuhnya bergetar hebat dan kedua bola matanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN