--Happy Reading-- Mas Adam yang tidak tahan dengan suara riuh para pelayat, menatap garang ke arah Arumi dan Satria. Dengan satu hentakkan kaki dan tarikan tangan, Mas Adam pun mencengkram kerah baju Satria dengan sangat kasar, lalu menyeret tubuhnya untuk menjauh dari jenazah ayah mereka. Bugh… Pukulan keras berkali-kali tanpa balas dilakukan oleh Mas Adam, seraya mengumpat Satria dengan lantang. Mas Adam nampak sudah habis batas kesabarannya. “Shitte! Ini pukulan untuk Anak brengsekk seperti kamu yang berani mengusirku.” Satria tersenyum hambar, menanggapi umpatan Mas Adam. “Dan ini, pukulan untuk Ibumu yang telah merebut kebahagiaan keluarga kecilku.” Ketegangan dan riuh pun semakin mendominasi suasana di kediaman duka. Banyak yang hanya bisa menonton aksi Mas Adam yang sangat br

