Sagaranten. Yusuf sibuk di sini, ya. Jam kerjanya yang berlangsung dari pukul enam pagi hingga setengah satu siang bukan satu-satunya alasan bagi Yusuf untuk tak bisa berleha-leha. Banyak kegiatan lain yang menantinya setelah pulang ke rumah. Warga sekitar rumah dinasnya seperti menemukan figur ‘lebih dari seorang guru’ dalam diri Yusuf. Banyak dari mereka bertamu dan mengobrol soal keguruannya atau apa saja. Bahkan pernah satu kali ada yang mengusulkan untuk membuka pengajian di rumah, sehabis ashar, dengan Yusuf sebagai gurunya. Ia tidak bisa mengiyakan. Meski beberapa diantara pengusul itu berkata mereka akan memberikan uang lebih, tapi Yusuf tetap enggan melakukannya. Memang benar ia membutuhkannya, tapi bukan itu yang Yusuf cari dari mengajarkan ilmu agama terhadap sekelompok orang.

