22 : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

1836 Kata

JAM pulang kerja Yusuf jadi agak sedikit berbeda hari ini. Selepas kegiatan maulid GPI yang alhamdulillah terselenggara dengan lancar, Yusuf tak lantas bersantai diri. Kabar yang dibawa tetangganya dari telepon kantor desa ke sekolahnya, membuat Yusuf pulang lebih awal dari biasanya. Rumah yang masih sepi karena banyak yang di sekolah kecuali para pengasuh dan anak-anak pra-TK, membuat Yusuf leluasa mencari siapa yang ia tuju: Uus, anak ke tujuhnya, yang tadinya diurus oleh pengasuh di kamar bayi. Aini sudah terlebih dulu pulang, tengah menggendong balita 2 tahun itu di kamarnya. Uus terus menangis, keras, seperti kesakitan. Melihat Yusuf memasuki kamar Uus, si pengasuh; Imah, menjelaskan ulang kepada tuannya tentang kondisi balita yang diasuhnya. “Saya nggak tahu dia kenapa, Pak. Tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN