SENYUM TULUS itu sudah kembali ke pemiliknya. Butuh waktu delapan bulan untuk mengembalikan senyuman itu sepenuhnya ke wajah Aini. Tidak mudah, memang. Tetapi Yusuf menghargai setiap prosesnya. Merekayasa pertengkaran mereka waktu itu ia anggap sebagai awal. Kelanjutan prosesnya berjalan seiring waktu. Yusuf tahu Aini hanya butuh diingatkan untuk kembali menjalani hidupnya, maka ia tak menawarkan jalan-jalan atau apapun bentuk hiburan di luar rumah. Seakan membenarkan keputusan itu, rutinitasnya di delapan bulan belakangan—hingga kini—seperti tak membiarkannya berlibur. Rutinitas lamanya, sebenarnya. Hanya saja, sekarang Yusuf dipercaya untuk memegang ranah yang lebih besar. Tepat. Tawaran sekian tahun lalu kembali diucapkan padanya—soal pembimbing penataran pendidikan P4. Jika dulu ia

