BERKABUNG. Kata itu dapat mendefinisikan suasana di sekitar rumah Buya Sholeh dan Yayasan Al-Hamidiyyah. Banyak di antara mereka yang sudah menitikan air mata saat melihat bendera kuningnya. Pelayat berbondong-bondong malam itu juga mendatangi rumah lama Aini. Memang pakaian mereka tak seragam, tetapi kedatangan mereka memiliki satu tujuan yang sama: menghormati guru. Di ruang tamu rumah, tempat jenazah abi Aini bersemayam, sanak keluarga silih berganti menerima ucapan bela sungkawa. Beberapa dari pelayat tiba-tiba saja sukses sesengukan ketika permintaan melihat wajah Buya untuk terakhir kalinya dikabulkan oleh Umayyah. Sorot mata mereka menunjukan ketakjuban akan keadaan wajah itu. Bersinar, putih, bersih, dan damai. Bahkan kebijaksanaan masih terlihat dari jasad itu. Di sisi Buya, b

