27 November 1983. Tanggal itu dipercepat oleh Sang Khalik. Dia seolah paham betul kepayahan Aini di kehamilannya yang satu ini yang memang sempat divonis dokter akan keluar lebih awal. Sepanjang tujuh bulan ke belakang, ia lebih banyak istirahat di atas tempat tidur daripada mengerjakan segala pekerjaan rumah. Perlakuan istimewa dari Yusuf dan anak-anak, Aini nikmati selama tujuh bulan belakangan. Pagi ini Aini mengeluh mulas, memaksanya istirahat seharian di atas tempat tidur sambil merasakan kontraksi itu sementara menunggu Yusuf menyelesaikan paginya dengan anak-anak di Lapangan Merdeka. Ternyata sekitar empat jam kemudian, tepat setelah duhur, kontraksi itu semakin hebat. Sukses membuat Aini panik. Yusuf pun jadi was-was karenanya. Ia cepat melarikan sang istri ke rumah sakit—tak l

