AINI kehabisan kata-kata. Saat itu akhirnya tiba juga. Ia tak tahu harus menyebut keputusan kakak keempatnya sebagai sesuatu yang baik atau buruk, tetapi kenyataan telah mendukungnya untuk terpaksa setuju. Terpaksa, ya. Sementara Yanti berdiri setia di samping Mak Atih, Aini mengamati surat penjualan dan pencabutan izin Pondok Pesantren Al-Hamidiyyah bergantian. Kedua surat itu telah ditandatangani Imam sebagai pimpinan Yayasan Al-Hamidiyyah sekarang. Resmi, kini mereka tak lagi memiliki pesantren dalam Yayasan Al-Hamidiyyah. Yang tersisa dari yayasan ini adalah: TK. Al-Hamidiyyah, M.I Al-Hamidiyyah, Mts. Al-Hamidiyyah, dan M.A Yasti. Komplek pesantren dan segala isinya terpaksa dijual karena satu faktor besar: wasiat Buya Sholeh. Mendiang abi Aini menginginkan agar pesantren mereka dij

