AINI hanya bisa terlelap beberapa saat dalam tidurnya. Ia tadi tidur setelah tenang memandangi Yusuf pulas karena didawamkan hafalan Quran Karim-nya. Betul-betul, as syifa-nya Al-Quran telah bekerja pada penat lelaki itu. Masih jam 1. Aini yang enggan kembali terlelap, jadi beranjak untuk melaksanakan tahajjudnya. Yusuf ditinggalkan dalam keadaan berselimut dan sebelah tangan memegang guling, pengganti dirinya. Selepas tahajjud, sayang, kantuk belum juga menyentuhnya lagi. Ia seperti dipaksa untuk terjaga. Menyerah untuk berusaha tidur, akhirnya ia mengambil mushafnya dan membaca hanca terakhirnya. Surat Ash-Shaffat. Sayang, sebelum sempat menyelesaikan bacaannya—hingga menemukan kantuk itu kembali—Aini sudah menyadari penghuni sisi ranjang itu terbangun. Tak langsung duduk. Yusuf hanya

