32 : SALING MENJAGA

1403 Kata

RUMAH Basri, 6 pagi. Sarapan pagi tertunda beberapa menit bagi Aini. Ia menerima tamu pagi ini. Masih di rumah Basri, kedatangan si tamu menjadikan suasana beranda depan rumah sederhana itu sedikit berbeda. “Tadinya saya mau antar surat itu semalam. Tapi takut teteh sudah tidur, jadi ....” “Ya, tidak apa-apa. Asal diantar.” Aini tersenyum membalas Anwar. “Tunggu, ya. Saya tulis balasannya dulu.” “Iya, Teh.” Aini tidak menghiraukan lagi gerik Anwar di beranda depan. Basri yang tengah menikmati pagi sambil memakan pisang goreng buatan istrinya, menjadi teman mengobrol Anwar. Tanpa kata lebih lagi kepada mereka, Aini masuk, membawa serta surat itu untuk menuliskan balasannya di kertas yang sama—sengaja, tapi Aini pun tak tahu jelas alasannya apa. Yang jelas, dua baris tulisan di sur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN