31 : PENGISI MALAM: HARUN, SOFWAN, & MARWAN

1605 Kata

SEL YUSUF, LAKSUS. Sore beranjak petang. Masih dihari yang sama, langit mengelam, alam kembali mengumandangkan alarm alaminya, azan. Seperti biasa, suasana di dalam penjara itu justru mengganas di malam hari. Seperti biasa juga, selepas maghrib, setelah menggumamkan wirid sholat dan hafalannya, Yusuf kembali terpekur di sudut ruangan. Kembali, ia menulis untuk Aini-nya tentang hari ini. Tepatnya tentang kecemburuannya pada wisata mereka. Lama menggoreskan pena baru itu, kata-kata Yusuf berubah semakin puitis dan melankolis. Ia tenggelam dalam tulisannya. Suara berisik dari sekitarnya seolah lenyap, terbawa bersama keharuan tulisan yang kini berbentuk surat. Tanpa ia sadari seorang penghuni sel di hadapannya memerhatikan. Lelaki juga, sudah berumur sekitar 59 tahun. Ia tampak penasaran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN