MASIH di hari yang sama saat Aini membelikan pulpen untuk Yusuf. Aini kembali ke sel dengan membawa Fifi, Ahmad, Ina, Iif, Evi, Ifa, dan Asep karena kebetulan tanggal ini adalah tanggal kunjungan bebas yang memang diadakan sebulan sekali. Suasana sekitar sel Yusuf yang berangsur ramai, bertambah ramai dengan kedatangan mereka. Di depan sel, sudah bisa ditebak Yusuf berbinar memandangi ketujuh anaknya, di luar sel, bebas. Aman. Yusuf sampai-sampai beranjak menggapai mereka. Senyum tersunggingkan dengan mudah, kali ini. “Ini pulpenmu.” Aini menyela lebih dulu, memberikan pulpen pesanan suaminya. Masih tersenyum, Yusuf menerimanya, menyelipkan cuping pulpen di baju tahanan. Kemudian satu persatu dari mereka menyalami Yusuf. Fifi dan Ifa sebagai yang sudah bisa mengerti apa yang dilihatnya

