Sukabumi, 3 Maret 1986. Assalamu'alaikum, Humairaku, Ketika kamu membaca surat ini, mungkin aku sudah tidak ada di dunia ini. Tidak ada yang lebih buruk selain merencanakan kematian sendiri, ya ... aku tau. Jadi, maaf. Maaf aku sudah nekat melakukan ini. Menjelang sakaratul maut, mungkin saja aku tidak akan bisa menjelaskan alasannya dengan lengkap. Untuk itulah aku menulis surat ini. Ini soal Marwan, Ni. Aku tidak bisa memendam kelakuannya yang itu. Kejahatan berakarnya melibatkan kebencian terhadap agamanya, agama kita. Dengan membiarkannya, secara tidak langsung aku sudah membiarkan seorang pembenci agama yang ulung berkeliaran mencari Yusuf Yusuf yang lain, membiarkan dia menambah dosanya. Atau yang terburuk, membiarkan GPI dan Amar dimangsa lagi. Aku tau jelas apa yang akan dia la

