"Aku sudah menyuruh Kiran dan ibunya pergi dari rumah, mereka sudah pergi tadi pagi." kata Rafael kepada Damian. "Syukurlah. Keputusanmu itu tepat." puji Damian. "Menjadi lelaki harus memiliki komitmen." "Iya. Aku lebih lega sekarang." "Waktunya meminta maaf pada istrimu, lakukan itu, ajak makan siang atau makan malam romantis hanya berdua." saran Damian. "Rencananya aku akan mengajaknya makan siang di ruangannya." senyum Rafael. "Itu ide bagus." jawab Damian. "Sekarang tidak ada lagi yang harus kamu takutkan." "Hem. Makasih, Dam, berkat saranmu akhirnya aku jauh dari mereka. Aku tidak pernah tahu jika Kiran dan ibunya akan sejahat itu." "Shofie benar, kamu tidak boleh percaya kepada orang yang baru kamu kenali." Rafael menganggukkan kepala, beban di kepalanya akhirnya berkurang, t

