Mayra menyusuri koridor dan berjalan menuju ruangannya, terlihat bunga mawar merah setangkai kini berada di atas laptopnya, Mayra mencium bunga tersebut dan aromanya sangat mengesankan. - Maaf - Secarik kertas yang di tempel di tangkai bunga tersebut, menandakan bahwa Rafael adalah pengirimnya. Suara ketukan pintu terdengar, membuat Mayra mendongak dan melihat Tari tengah masuk dengan wajah yang sangat manyun. Mayra berusaha menebak. Namun, ia tak ingin bertanya. "May!" "Hem?" Mayra menghampiri sahabatnya, "Ada apa?" Tari duduk di sofa dan mendengkus setelahnya. "Aku semalam berakhir di hotel bersama Tenly." kata Tari, jujur, ia memang wanita yang akan menceritakan semuanya kepada sahabatnya meski itu adalah hubungan seksualnya. "Jadi, kamu dan Tenly—" "Hem, kami melakukannya, aku

