Setelah makan siang bersama, Rafael dan Mayra kini tengah di perjalanan pulang ke mansion, malam menunjukkan pukul 9, membuat Mayra meregangkan otot dengan cara memijat lehernya, Rafael melihat hal itu dan mengulurkan tangannya untuk memijat leher belakang istrinya, meski satu tangan kini tengah menyetir. "Sayang, tidak perlu." kata Mayra. "Kamu pasti lelah, 'kan? Biar aku pijitin." kata Rafael, semakin keukeuh memijat tengkuk istrinya. "Kamu juga, kan, lelah." kata Mayra, yang tak lagi berusaha melepas pijatan suaminya. "Aku seorang pria, Sayang, aku tak akan lelah meski seharian bekerja." jawab Rafael, melempar senyum tampannya, membuat Mayra mengangguk. "Sayang, ada yang ingin aku bicarakan." kata Mayra, lalu menundukkan kepala, membiarkan pijatan suaminya mengalir keseluruh tubuhn

