Pagi menunjukkan pukul 10, Mayra sudah di kantor dan memulai aktifitasnya setelah weekend, suaminya belum juga pulang dari tugasnya, membuat perasaan Mayra semakin menjadi-jadi, sedangkan Tari sudah berangkat ke bandara karena jadwal penerbangannya di China akan memakan waktu berhari-hari. Suara bising di luar ruangannya terdengar menjadi-jadi, Mayra keluar dari ruangannya dan menghampiri para staf yang bekerja di bawah tanggung jawabnya. Melihat kepanikan luar biasa yang ada di wajah semuanya. Sedangkan, ia tak tahu apa-apa. Melihat Mayra, semuanya saling berbisik dan saling menyikut, membuat Mayra makin penasaran saja. "Ada apa ini? Kenapa kalian sangat bising?" tanya Mayra. "Begini, Nyonya-" "Iya, teruskan, ada apa?" "Sebenarnya-" "Ada apa sebenarnya? Kenapa kalian tak mengatakan

