31. Nasya POV

1472 Kata

Seharian aku terus saja berbaring di ranjang. Semalaman mataku juga tak bisa terpejam. Pikiranku terus saja tertuju kepada seorang lelaki yang sudah memenuhi hari-hariku. Aku sudah mulai mencintainya bahkan sudah terlanjur tenggelam dalam cintanya. Namun sungguh pahit yang kurasakan, ternyata Mas Nizar tidak sebaik yang kupikirkan selama ini. Ya, ia telah menghianatiku. Inginku tak percaya pada kenyataan pahit yang baru kulihat tempo hari. Tapi apa daya? Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa ia sedang memeluk seorang wanita asing, yang aku sendiri tidak tahu dia siapa. Selama aku menikah dengan Mas Nizar aku tidak pernah melihat Mas Nizar dekat dengan siapapun apalagi dengan seorang wanita. Tapi ternyata... Hmm aku hanya bisa tersenyum kecut membayangkan kelanjutan hubungan ruma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN