Nizar merasa terusik dalam tidurnya karena merasakan ada sesuatu menyentuh wajahnya. Tapi Nizar mencoba mengabaikan hal tersebut karena Nizar pikir itu hanya perasaannya saja. Tubuhnya terlalu lelah hari ini untuk menanggapi itu. Jadi dia tetap memejamkan matanya. Namun lama kelamaan sentuhan itu menganggu sampai ke bibirnya. Perlahan Nizar membuka matanya karena hal yang mengganggunya itu. Dan betapa terkejutnya Nizar ketika matanya terbuka, samar-samar ia melihat wajah wanita cantik yang selama ini ia rindukan. "Dek.. " Ucap Nizar dengan suara serak khas bangun tidur. Lalu Nasya menjawabnya dengan senyuman. "Kamu pulang?" Ucap Nizar lagi sudah dengan posisi duduk. "Kamu... kamu... udah maafin aku?" Lanjut Nizar sudah dalam posisi memeluk Nasya. Tak bisa diungkapkan betapa bahag

