Tiga bulan sudah berlalu dan si bayi kecil itu masih ada di rumah Nizar dan Nasya. Ya, penyelidikan tentang anak itu belum berhasil hingga saat ini. Dan tentu saja bayi itu masih ada di sini, menemani Nasya dan Nizar. "Mas, kayaknya semua orang ada benernya deh." Ucap Nasya tiba-tiba, sambil menidurkan Najwa. "Semua orang siapa?" Tanya Nizar. "Keluarga kita Mas. Kayaknya mereka juga seneng semenjak ada Najwa." Jawab Nasya. Ya, Nasya memutuskan untuk memberi nama untuk bayi perempuan itu. Najwa namanya. Awalnya Nizar tidak setuju dengan usul Nasya itu. Pikirnya, bayi itu bukan siapa-siapanya lalu kenapa mereka harus memberinya nama? Tapi bukan Nasya namanya kalau tidak bisa membujuk suaminya itu. "Maksud kamu omongan buat adopsi Najwa?" Tanya Nizar lagi memastikan. Semua orang mem

