48.

1321 Kata

"Dia.. dia.. " Ucap Nasya terbata-bata. "Saya laki-laki yang hampir menikahi Nasya." Sontak saja itu membuat Nizar seketika menengok ke arah lelaki yang tidak ia kenal itu. Ia menatap tajam pada lelaki itu, bermaksud meminta penjelasan. Apakah yang ia dengar itu benar atau hanya salah dengar? "Maksud kamu apa?" Tanya Nizar pada lelaki itu. "Iya, saya__" "Maaf pak, untuk masalah pribadi kami tidak ingin ikut campur. Sebenarnya maksud kedatangan kami ke sini untuk membawa orangtua dari anak yang bapak laporkan ke kantor polisi beberapa bulan lalu pak." Ucap salah seorang polisi. "Enggak! Bohong!" Sahut Nasya. "Najwa anaknya Nasya Mas, gak ada yang bisa ambil Najwa hiks.. " Lanjut Nasya sambil mencengkeram lengan Nizar. "Tapi dia anak aku Nasya. Dia__" "Enggak! Kalian semua bo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN