49.

1529 Kata

Nizar memasuki kamarnya dengan sangat berhati-hati. Ia yakin saat ini Nasya sedang sangat bersedih dan juga marah. Dan benar dugaannya, Nasya tengah memandangi Najwa yang tengah terlelap di dalam box bayi. Dari kejauhan saja Nizar sudah bisa melihat raut kesedihan terpancar dari wajah Nasya. Nizar seperti membuka luka lamanya lagi. Ia kembali melihat raut kesedihan itu lagi sama persis ketika mereka kehilangan calon buah hati mereka. "Dek.. " Panggil Nizar menyentuh pundak Nasya. Tapi Nasya tidak menjawabnya, ia masih fokus membelai lembut pipi Najwa. Pandangannya kosong tapi Nasya tersenyum ke arah bayi kecil itu. "Dek, aku tau kamu pasti sayang banget sama Najwa. Aku juga sama. Udah beberapa bulan ini dia tinggal sama kita. Najwa juga udah banyak ngabisin waktu sama kita, terutam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN