Daren menunggu Aldrich dengan cemas di ruang tamu bersama Jossie. Gadis itu sedikit syok dengan kejadian barusan. Pria itu pun kelirik, kemudian berdecih pelan. Manusia memang sangat lemah hanya karena insiden kecil itu, terlebih lagi seorang gadis. Kalau dipikir-pikir, Jazlyn adalah gadis yang kuat diantara gadis lainnya. Tak heran Aldrich bersikeras untuk mempersunting Jazlyn. Karena gadis itu adalah gadis terunik di sepanjang kehidupan sang raja. Daren mendekati Jossie untuk menghiburnya. “Apakah Anda ingin sesuatu? Saya bisa mengambilnya.” Jossie menatap lurus ke arah Daren yang peduli padanya. “Aku baik-baik saja. Hanya saja, aku tak menyangka dengan tindakan Zen.” Gadis itu masih memikirkan perubahan Zen yang sangat mendadak di matanya. Ia takut karena pria itu pasti akan mencari

