Atmosfir di dalam ruangan berdimensi luas itu tampak berbeda. Hawa dingin yang berasal dari Air Conditioner menyapu permukaan kulit Zakia. Tubuh gadis itu bergetar, suara gigi yang bergemeletak terdengar jelas. Untuk meringkuk dan menghangatkan tubuhnya saja Zakia tak mampu. Ia hanya terbaring, bagaikan sebuah manekin yang tak bernyawa. Sorot netranya nanar memandang iblis berwujud manusia yang menggagahinya. Brian menghentikan aksinya, ia menatap Zakia penuh gairah. "Apa kau kedinginan?" Zakia bergeming, ia tidak ingin mengatakan apapun di depan lelaki itu. Walau, sebenarnya ia merasa sedikit tidak nyaman dengan suhu ruangan yang terlampau rendah. Seakan kulitnya terkikis oleh belaian angin buatan tersebut. Namun, Zakia sadar tidak ada gunanya juga mengatakan hal itu. Toh, Brian mungkin

