Brian melepaskan cengkeramannya, tetapi kedua kaki lelaki itu menindih kaki Zakia. Sehingga sekuat apapun upaya yang akan dilakukan gadis itu tidak akan menggeser tubuh sintalnya. Tenaga sang cassanova amat luar biasa, ia bahkan tidak bergeser satu inchi pun. Sepersekian detik, manik mata Zakia terbelalak. Ketika Brian mulai membuka satu per satu kancing kemeja. Entah kapan iblis berwujud manusia tersebut melepaskan tuxedo miliknya. Benda itu tampak tergeletak tak berdaya di lantai bersama dengan dasi. Jantung Zakia semakin berdebar hebat, darah dalam tubuhnya berdesir, manik matanya menciut dan langit-langit kamar itu serasa berputar ketika ia mendapati tubuh Brian yang hampir polos. "Cih!" desis Zakia ketika melihat Brian bertelanjang d**a, ia segera memalingkan wajah ke arah berlaw

