Cila tetap masuk kerja meskipun perasaannya sedang tidak baik- baik saja. Saat memasuki kantor, dia berpapasan dengan Flora yang sibuk memperbaiki riasan di wajahnya. CiIa mencoba mengabaikan wanita itu, namun Flora tampak ingin mencari gara-gara kepada Cila kali ini. "Orang kalau masuk kantor itu harus semangat. Ada apa? Apa kau sedih karena tak bisa mendapatkan Pak Reynart? Benar bukan?" CiIa yang sedang dalam perasaan tak baik pun merasa tersinggung dengan ucapan wanita ini. Hal itu mengingatkan dirinya akan penolakan Reynart semalam. "Nona Flora pagi-pagi begini mulutnya udah lemes banget ya. Suka ngurusin hidup orang aja. Wajah Nona Flora saja belum selesai diurusin." Seketika Flora pun melotot saat mendengar perkataan Cila. "Kau! Berani-beraninya kau mengejekku. Dasar—” "Ada a

