Elang berjalan mondar-mandir, dengan tangan yang saling meremas dengan gelisah. Jantungnya berdegup rusuh, menantikan kedatangan Alexa yang tengah dibawa Devi. Kenapa rasanya harus semendebarkan ini? Bukankah, hal itu tak perlu? Mengingat, dia tak memilki perasaan apa pun pada Alexa? Atau, semua rasa gugup yang merongrongnya akibat takut ditolak? Lalu, kemana perginya kepercayaan diri seorang Elang yang sempat melambung tinggi, jika Alexa sudah pasti akan menerima lamarannya? Hanya karena, dia mendapat restu dari ketiga ayah angkat gadis itu. Kesibukan Elang mondar-mandir seketika terhenti. Pria itu berusaha mengendapkan secara paksa rasa gugupnya, saat netranya menangkap keberadaan Devi bersama Alexa. Satu alis matanya terangkat, usai menemukan wanita cantik yang tak lama lagi akan di

