Suara dentuman musik yang memekakkan telinga, tak dipedulikan oleh Sakti. Pria itu lebih fokus pada gelasnya yang ke empat, dan sudah kembali kosong. Membuat pria itu berteriak meminta minumannya yang kelima. Berseru keras, agar suaranya tak tenggelam oleh suara entakan musik yang membuat beberapa orang lupa diri. Melepas segala penat usai aktivitas yang melelahkan. Atau sebagai tempat pelarian dari masalah yang membelit hidup. Seperti yang kini Sakti alami. Alasan yang kedua itulah membuat pria itu terdampar di sini. Ketika gelas kelima yang dipesannya datang. Sakti yang sudah kepayahan menegakkan posisi duduknya. Tapi tetap tak mau berhenti menenggak minuman yang diharapakan, bisa meluruhkan semua persoalan yang membelitnya saat ini. Kali ini saja. Sakti memilih untuk menjadi sosok

