"Ayo, masuk. Chintya masih belum bangun. Mungkin pengaruh obat yang diberikan Dokter." Memperlebar daun pintu, Elin mempersilakan Elang masuk ke dalam kamar mantan kekasihnya itu. Menelan ragu, Elang mengangguk singkat. Sebelum kemudian mengayunkan langkah, memasuki kamar Cinthya. Tangannya terkepal di masing-masing tubuh, mendapati wajah pucat dengan infus terpasang. Tampak terbaring lemah di atas ranjang berukuran queen size. "Kenapa tidak di rawat di rumah sakit saja, Tante?" Tanyanya pada Elin yang berdiri di sampingnya. Tengah menyeka sudut mata dengan jari kelingking. Sebelum kemudian meletakkan atensi padanya. "Cinthya nggak mau, Lang. Dia bersikeras minta di rawat di rumah. Daripada nggak nyaman dan merasa tertekan, Tante akhirnya mengalah dan menyetujui untuk di rawat di rumah.

