"Mana orangnya?" Tanya Juned, yang kemudian mendapat tepukan pelan dari Tio di pundaknya. "Tenang." Mengela napas, Juned menyugar rambut gondrongnya yang tergerai. "Gue masih mending, coba lo liat si Bimo nanti pas datang. Nggak banting meja udah bagus." Mendengar hal itu, Tio seketika meringis. Ya, dia harus menyiapkan tenaga ekstra untuk menenangkan sahabatnya yang satu itu. "Dia masih di perjalanan?" "Lima menit lagi nyampe katanya." "Nggak nyetir sendiri kan?" Tio jelas ngeri membayangkan Bimo yang tengah kalut, harus menyetir mobil sendiri. Bisa-bisa, bukannya sampai markas, pria itu berakhir di rumah sakit. Atau mungkin, kantor polisi? Karena tak sengaja menabrak seseorang akibat mengendarai kendaraannya dengan ugal-ugalan. "Sakti yang bawa mobil. Untung aja, hari ini mereka

