Sudah tengah malam. Alih-alih merebahkan tubuh di atas tempat tidur, menarik selimut sembari memeluk guling. Bersiap untuk terseret lelap. Tio justru mengayunkan langkah menuju kamar Alexa. Tangan kanannya sudah bersiap untuk mengetuk pintu, tapi akhirnya tertahan di udara. Saat ragu mulai mengusik hatinya. Mengela napas panjang, Tio mengusap wajah lelahnya. Membalik badan, dan menyandarkan punggung pada daun pintu di belakangnya. Tangannya memegang kenop sebagai pegangan, tapi tak sengaja membuat pintu terbuka dan nyaris membuat tubuh besarnya terjengkang. Beruntung, Tio masih bisa menahan keseimbangan tubuh. Meski rasa terkejut membuat jantungnya berdegup kencang. Menegakkan posisi berdirinya, Tio menutup pintu kamar Alexa. Dia cukup heran karena tak biasanya gadis itu tak mengunci

