Alexa terjaga dari tidurnya. Menggeliat pelan, gadis itu mengerjap-ngerjapkan mata, mencoba untuk menyesuaikan penglihatan yang tampak remang-remang, karena sumber pencahayaan di kamar yang dia tempati, hanya berasal dari lampu tidur. Merubah posisi berbaringnya menjadi duduk. Alexa berusaha untuk mengumpulkan kesadaran sejenak. Rasa haus yang merongrong tenggorakannya membuat Alexa terbangun. Mengela napas panjang, gadis itu menyugar rambut kecokelatannya yang panjang dan cukup berantakan. Dia jadi menyesal, saat akan tidur tak membawa gelas minum ke kamar. Karena kadang, Alexa terbangun di tengah malam karena merasa kehausan. Menyingkap selimut yang menutupi tubuh, Alexa merangkak turun dari tempat tidur. Telapak kakinya yang telanj*ng, terasa dingin saat menapaki lantai kamar. B

