Dela mengernyit, menatap sosok putranya yang sudah tampak rapi dan bergabung di meja makan, bersama dirinya dan Alexa. Mendapat tatapan heran dari sang Mama, Elang akhirnya buka suara, "kenapa, Ma?" "Kamu ke kantor?" Elang mengangguk bingung, "ya, kenapa memangnya?" "Ini weekend, Lang. Kamu masih ke kantor?" "Weekend?" Mengerjap, Elang tak menutupi rasa terkejutnya. Sebelum kemudian mengerang dalam hati. Tau begitu, dia memilih untuk memperpanjang jam tidurnya. Astaga, ini sangat memalukan. Untung saja belum sampai pergi ke kantor. Ck! Sejak kapan dia sepikun ini? Atau mungkin, efek tumpukan masalah yang kian berjejal di kepala membuatnya kehilangan fokus. Bahkan untuk hal-hal sederhana semacam ini? Berdeham untuk meluruhkan keinginan tertawa dan bisa membuat putranya kian malu, D

