Menutup dengan gerakan kasar pintu mobilnya, Elang berlari masuk ke dalam rumah. Pria itu bahkan tak mengindahkan sapaan dari asisten rumah tangga yang tampak kebingungan melihat putra majikannya begitu terburu-buru dengan raut cemas. Tapi, beberapa detik kemudian, sebuah pemahaman menghantam kepalanya. Ah, pantas saja Elang berlari seperti tengah dikejar razia. BRAK! "Astaga! Elang?" Dela nyaris tersedak bubur yang baru saja meluncur turun dari tenggorokannya. "Kamu kenapa sih? Mama hampir jantungan." Mengabaikan omelan Dela, Elang duduk di kursi samping tempat tidur wanita paruh baya itu yang sebelumnya di tempati Alexa, karena gadis itu menyuapi Dela. Tapi melihat kedatangan Elang dengan wajah paniknya, dia bergegas bangkit dan membiarkan pria itu mengambil alih. "Mama nggak apa-

