"APA?" "Ish, Mama, aku kaget." Cinthya menggerutu, kegiatannya yang tengah mewarnai kuku dengan kuteks sempat terganggu karena teriakan Elin. Sementara wanita paruh baya itu melempar pelototan pada putrinya yang tampak santai, usai memberi kabar yang membuat kepalanya migren tiba-tiba. Memijat pangkal hidung, Elin menabok bahu Cinthya, merampas botol kuteks dan meletakkan secara asal di nakas samping tempat tidur. "Aku belum selesai Mama," Cinthya merengek. Berniat mengambil botol kuteksnya tapi dihalangi Elin. "Bagaimana bisa kamu masih bersantai seperti ini? Sementara Elang akan menikah dengan Alexa? Kamu sadar nggak sih? Usaha yang sebelumnya dilakukan untuk meluluhkan Elang jadi sia-sia?" Mengela napas panjang, Cinthya menyerah dan tak lagi bersikeras untuk melanjutkan kegiatann

