"Aku dan Elang sudah putus." Tapi bohong. Kikik Cinthya dalam hati. Berdeham pelan, wanita itu berusaha fokus menjalankan misinya agar bisa meyakinkan Alexa. Saat ini, keduanya masih terjaga meski penunjuk waktu yang tergantung di dinding kamar menunjukkan pukul sebelas malam. Berbaring bersisian dengan mata yang terarah pada langit-langit kamar. "Aku egois. Memaksakan hubungan yang tak memiliki masa depan." Lirih Cinthya yang membuat Alexa menolehkan kepala kearah sepupunya. Merasa tak enak hati karena entah kenapa, meski dia tak melakukan apa pun. Tapi, kandasnya hubungan Cinthya dengan Elang seolah ada kaitannya dengannya. "Hei, jangan menatapku seperti itu." Cinthya yang balas menatap Alexa terkekeh kering, "bukan salahmu, Al. Karena, jauh sebelum kamu hadir. Kakek Zafran selalu m

