"Taro," tekan Randika. "Bentar," ketus Fahira yang kembali mengecek berkas tersebut. "Taro!" ulang Randika. "Dikit lagi!" Randika yang geram akhirnya mencekal tangan Fahira agar berhenti bekerja. Fahira menatap Randika dengan tatapan datar. Ia menghela napas, ia meletakkan semua berkas itu di atas meja dan tak lagi mengeceknya. Fahira memutar tubuhnya dan melihat sehelai handuk basah berasa di atas kasur. Ia berdecak. "Lu kalo abis mandi handuknya jangan di taro situ!" ujar Fahira. Ia bangkit dari kursi dan mengambil handuk Randika. "Di kamar mandi kan ada gantungan. Buat apa fungsinya kalo gak dipake?!" kesal Fahira. Ia segera masuk ke kamar mandi dan menggantung handuk tersebut. Setelah keluar dari kamar mandi ia melihat jas Randika yang berada di lantai. Fahira memutar bola m

