Mendapat wejangan dari mama di pagi hari sukses membuat hariku berantakan. Ternyata semalam mama menghubungiku terus menerus, tapi sayang tidak satu pun pesan dan panggilannya kujawab. Jadilah pagi ini saat aku menghubunginya. ia melontarkan pertanyaan tanpa jeda. Taxi yang kutumpangi pun melaju mulus sama seperti ucapan mama yang meluncur tanpa halangan. Kota Jakarta di pagi hari adalah surga bagiku. Tidak terlalu macet dan aku menyukainya. “Iya, Ma. Ana minta maaf, Ana ketiduran di rumah teman,” ujarku mencoba menenangkan. “Teman siapa? Cewek atau cowok?” “Alex, Ma. Maaf aku tidak me–“ “Alex? Kamu di rumah Alex?” tanya mama antusias. Bodohnya aku mengangguk yang jelas-jelas mama tidak bisa melihatnya melalui telepon. “Iya, Ma. Aku di rumah Alex,” ucapku dengan nada serendah mungk

