Elardo mengerjabkan kedua matanya yang masih terasa berat. Hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit berwarna putih cerah. Kening pria itu tampak mengkerut dalam. Seingatnya, kabin keluarganya tak memiliki langit-langit, karena memang di desain agar sirkulasi udara lebih banyak masuk ke dalam rumah. Bumbungan yang menjulang tinggi membuat kabin terlihat lebih estetik, walaupun tanpa di pasangi plafon atau semacamnya. "Eunghhh...kenapa mataku berat sekali," gumam Elardo berusaha untuk mengumpulkan kepingan ingatan yang samar. Pria itu terlonjak sehingga reflek duduk setelah semua kepingan ingatan nya terkumpul semua. "Sh*it!' umpat pria itu mengeram kesal. Ia ingat telah meminum obat tidur setengah dosis, namun tak kunjung mengantuk. Akhirnya Elardo mengambil sisa potongan obatnya

