Bab 24

1227 Kata

Ryu menatap bangunan megah yang ia tinggalkan enam tahun lalu. Masih sama, bahkan warnanya tak berubah sama sekali. Ada beberapa pot bunga hias kesukaannya, terpajang indah di beberapa sudut bangunan juga teras rumah. Wanita itu tersenyum samar, di usapnya air mata yang sejak tadi mengalir membasahi pipinya. Sebelum keluar dari dalam mobil, wanita itu menghela nafas panjang berkali-kali. Aneh rasanya, saat seluruh keluarganya telah mengira dirinya tiada, namun kini ia kembali datang dengan membawa seorang putri. "Mom?" tegur sang anak yang sejak tadi sudah tak sabar untuk turun dari dalam mobil. Ryu menoleh kemudian tersenyum simpul. Ia tau Elary sengaja menahan diri agar dirinya memiliki waktu untuk menenangkan hati. "Maafkan mommy sweetheart," ucap Ryu merasa bersalah. "Apa kau sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN