Bab 23

1379 Kata

Tertunduk dalam diam dengan menahan rasa nano-nano dalam dirinya. Elardo tak berani meski sekedar menoleh atau menarik nafas dalam helaan panjang. Pria itu bagai seekor singa yang baru saja di berikan obat penawar oleh sang majikan, yang akan menjadikan nya singa pertunjukan di tempat sirkus. "Ini belum seberapa dan kau sudah seperti tikus menyedihkan, cih!" sepenggal kalimat yang mampu membuat hati Elardo ciut bukan karena rasa takut. Namun lebih kepada rasa segan serta rasa hormat nya terhadap klan tersebut. "Karena ulahmu, aku menjalani lima tahun hidupku dalam penyesalan panjang. Sebagai seorang ayah yang tanpa sengaja turut menjauhkan seorang putri dari dekapan hangat ibunya. Aku...aku harus menanggung beban batin yang menggerogoti jiwaku setiap waktu. Apa bisa kau bayangkan bagaima

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN