Muak tak mendapatkan respon yang ia harapkan, Elardo akhirnya memutuskan untuk pergi ke sebuah club malam yang sudah sejak lima tahun lalu tak pernah ia kunjungi. Ia harap kehadirannya di sana tak menjadi pusat perhatian para pengunjung club. Ia tak suka menjadi pusat perhatian semua orang. Setiba di parkiran club, Elardo sejenak menghela nafas panjang. Pria itu menatap sekeliling area parkir hingga tatapan matanya tertuju pada satu objek, yang nyaris membuat jantungnya berhenti berdetak. "Honey..." dengan tangan bergetar, Elardo meraih gagang pintu mobil. Pria itu melangkah keluar untuk mencari keberadaan wanita yang telah mengguncang jiwanya. "Excuse me, kau melihat seorang wanita melewati pintu ini? tubuhnya tinggi, kulit putih bersih dan memakai jaket kulit berwarna hitam juga cela

