Bab 14

1915 Kata

Sisa tawa garau Elardo masih terdengar di ruang keluarga. Pria itu terduduk di sofa sembari mengusap wajahnya dengan kasar. "Bagaimana bisa kalian begitu kompak untuk menghukumku sedemikian rupa? aku menderita selama bertahun-tahun lamanya untuk meratapi penyesalan panjang, yang ku pikir tak akan pernah bisa aku lupakan. Nyatanya kalian semua adalah dalang dari rasa sakit yang aku alami selama lima tahun ini. Apakah mom tak tau bagaimana aku begitu menyesali perbuatanku di masa lalu dengan sangat?" untuk pertama kalinya, dalam hidup Elardo, pria itu meninggikan suaranya kepada wanita tercintanya itu. Kekecewaan Elardo tak terbendung. Meski berniat untuk menghukumnya, cukup dengan memberikan dirinya hukuman lain. Bahkan menyiksa fisiknya hingga cacat pun, Elardo tak keberatan. Namun siksa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN