Zick bagai pria bodoh. Pria itu masih syok atas ulah seorang gadis kecil yang berani menarik pelatuk sebuah pistol, yang bahkan lebih besar dari pergelangan tangannya. "Kau baik-baik saja sayang?" tanya Humaira setelah memberikan sekotak su su UHT yang sengaja ia bawa untuk gadis kecil itu. "Aku baik-baik saja kakak cantik. Terimakasih sudah datang menolongku, ayo kita pergi. Di sini terlalu menyeramkan. Kenapa paman perut buncit itu memilih hutan belantara untuk menyekap seorang gadis kecil sepertiku?" tanya Elary polos. Hartono mencebik melihat tingkah Elary yang tak mencerminkan sosok seorang gadis kecil, ketika melakukan aksi heroiknya tadi. "Karena paman itu tak mampu menyewa rumah yang layak untuk tuan putri sepertimu." Sahut Humaira bercanda. Elary terkekeh kecil. Mereka berjal

