Bab 34

1185 Kata

"Arahkan mereka ke pintu belakang," titah Sultan pada sang rekan. Mereka tak mengira akan menghadapi banyak tantangan yang bagi mereka tak mungkin. Mengingat Zick hanya orang asing di negara ini, tak mungkin pria itu memiliki banyak antek. Nyatanya Zick bekerja lebih cepat dari perkiraan. Mereka kewalahan menghadapi puluhan orang sekaligus. Belum lagi amunisi keduanya sudah mulai menipis. Dor dor dor Sultan mengehentikan langkahnya lalu menatap ke arah sang rekan. "Kau menghubungi seseorang?" tanya Sultan keheranan. Hartono menggeleng cepat. "Bukan aku, aku bahkan tak tau bila ponselku tertinggal di dalam mobil. " Jawab pria itu meringis. "Dasar payah!" ketus Sultan galak. "Lalu suara letusan senjata siapa di luar sana?" Hartono lagi-lagi hanya bisa menggeleng. "Ya sudah, berhati-h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN