"Lepaskan tanganmu dari tubuhku breng sek!" maki Moza dengan nafas memburu penuh amarah. Ia di seret paksa tanpa peduli kini dirinya tengah menggendong seorang bayi di dalam pelukannya. "Jika anda masih memaksa, maka jangan salahkan kami bila kami bertindak lebih kasar nyonya!" Ujar seorang pria berseragam setelan serba hitam mengancam. "Cih! memangnya siapa yang sedang kalian bela, sampai memperlakukan seorang wanita yang sedang menggendong bayi dengan kasar." Hardik Moza dengan nada tinggi. Ia kesal karena di perlakukan bagai seorang pengemis. "Yang jelas seorang wanita terhormat dan bermartabat nyonya," sahut pria bertubuh tinggi tersebut lugas. "Pergilah dari sini, anda membuat pekerjaan kami terganggu." Usir pria itu lagi dengan nada tak bersahabat. "Aku tak akan pergi sebelum be

