Sepanjang perjalanan, Moza memilih untuk tak membuka suara. Sedangkan wanita asing yang membawanya sibuk bercengkrama dengan bahasa aneh dengan bayinya. "Berapa bulan usianya?" "Lima, ku rasa persisnya aku lupa." Sahut Moza terlihat tak begitu respek. Padahal bayi tersebut adalah anak kandungnya sendiri. Namun Pelangi tak lagi mengajukan pertanyaan, ia mengerti sekarang. "Putrimu mengingatkan aku kepada seseorang...siapa ya..." Pelangi Seolah tengah berpikir keras. Padahal ia cukup ingat dengan jelas kontur wajah yang menyerupai bayi mungil tersebut. "Ah, aku benar-benar tak bisa mengingatnya. Faktor usia tak dapat di kelabui," ujar Pelangi terkekeh kecil. Sedangkan Moza bergeming, ia tak berani mengatakan apapun. Ia takut melakukan kesalahan, terlebih sekarang ia berada dalam mobi

